His Letter to Her

Dia mulai belajar menghitung sebarapa jauh kedekatan dengan orang lain. Lebih tepatnya, seberapa dekat hubungan itu. Pikiran itu begitu saja muncul saat penyiar Lantai Delapan berkomentar soal Lovegasm. Setelah itu, suara Ariana Grande dan Nathan Sykes berdengung di telinganya. Seakan-akan duet itu merupakan soundtrack yang pas. Dia meyambar bukunya kemudian mulai menyusun huruf menjadi kata kemudian tersambung dalam kalimat. Untaian paragraf yang ditujukan oleh seseorang.

 

Dear you,

Kamu boleh menilai bahwa kamu sedang berhadapan dengan orang yang pasif. Tapi di balik semua itu, orang ini sudah menyusun analisis yang disebut dengan alasan.

Impian kamu dan impian dirinya itulah pangkalnya. Orang ini sudah bisa membaca impianmu. Begitu besar dan itulah memang yang kau sebut passion. Sayang jika diwarnai dengan drama-drama yang tidak jelas antara kamu dan dirinya.

Biarkan impian itu terwujud terlebih dahulu. Kemudian mengurus hal-hal tentang ikatan. Orang ini juga sedang membangun masa depannya.

Jika kamu mengatakan bahwa ikatan bukan bagian dari impiannya, itu sama sekali tidak benar. Jika kamu menuntut sebuah penjelasan. Tidak bisa diberikan sekarang. Bukan sekarang. 

 

Regards,

Orang yang selama ini bersembunyi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s