Pertanyaan Tak Terduga di Acara Pernikahan

“Lu kapan keluar negeri?”

Itulah pertanyaan yang dilontarkan oleh sang mempelai wanita. Bahkan dia seperti kecolongan start untuk mengucapkan congratulations karena berhasil menuju altar pelaminan. Agak kebingungan, bahka suara sang penyanyi di panggung yang berbeda mencoba memberikan jawabannya. “Ah masih belum ni,” itulah yang berhasil dikeluarkannya. Kemudian disambung dengan “selamat ya.”

Untung pikiran dari dialog ini langsung berganti dengan sesi foto bersama dengan pengantin baru. Itulah yang membuatnya terselimur.

Cuaca dalam resepsi ini memang sangat panas. Bukan hanya dia yang dahinya berkeringat, beberapa tamu juga menunjukkan dahi yang basa karena kepanasan. Dia berpikir bahwa keadaan seperti ini seperti ulah pawang. Pawang hujan yang menghambat hujan demi acara resepsi nikah ini.

Menjauh dari panggung penggantin, dia masih memikirkan pertanyaan yang tadi. Biasanya di acara nikahan setelah muncul kata selamat, bakal muncul “nyusul kapan?”. Tapi kali ini sangat berbeda. Ini bahkan seperti trap yang tidak bisa dihindari. “Kok bisa dia ngucapi kalimat itu?” – pertanyaan ini masih membayangi benaknya.

Dia hanya berpikir banyak orang yang peduli dengan mimpinya – keluar negeri untuk studi atau bekerja. Pertanyaan itu dimaknai sebagai pengingat. Bahkan sebelum berangkat ke acara ini, dia juga melihat seorang pemuda yang menggedong tas dengan label LPDP. Sangat mencolok tulisan warna kuning dan merah dalam logo itu.

Pengingat yang sering ditemui dimanapun membuatnya kebingungan arah dalam melangkah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s