Kaum Terisolasi

Berada dalam keramaian tetapi masih saja merasa sendiri. Itulah yang sering dia rasakan. Seperti mempunyai dunia rekaan sendiri. Hal itu memang harus dilakukan olehnya. Dia terlau blur dengan dunia sekitar. Banyak yang tidak dimengerti dengan setiap ucapan atau tindakan yang dia saksikan.

Inilah pertama kalinya kumpul dengan semua tim redaksi kantor. Meski ada beberapa yang izin. Entah bagaimana dia harus memulai berinteraksi. Sebenarnya dia kenal dengan semua orang. Akan tetapi ada yang ganjil.

Setiap orang memiliki ekspresi yang berbeda-beda dalam bertutur dan bertindak. Dia selalu mengamati hal ini. Membaca ekspresi orang. Dan mulai menebak, apakah dia bisa nyambung dengan mereka atau tidak. Banyak prediksi yang benar. Hal itulah yang membuatnya terisolasi.

Dia hanya menikmati perkumpulan ini dengan lagu-lagu yang diputar secara keras di tempat ini. Beruntung kali ini lagu-lagunya memang yang dia suka. Ya, dia menikmati setiap beat lagu dan liriknya. Mulai dari Ellie Goulding, Demi Lovato, The Script, dan banyak lagi.

Perasaan seperti ini juga mempengaruhi cara menikmati makanan. Dia hanya sekedar menguyah kemudian ditelan. Tidak terlalu menikmati. Beruntung saja, orang yang pada ngumpul bermain gadget. Ada banyak celah pengalihan dalam perkumpulan itu. Mungkin dia hanya merasa aman, tapi tidak nyama. Itulah kaum terisolasi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s