Sir, should I skip my dinner?

Mereka bertiga baru sampai di meja kerja masing-masing. Meski gerimis, mereka tidak bisa menahan gejolak perut yang lapar. Mas-mas yang biasanya membantu membelikan menu makan tidak melayani untuk pegawai shift malam. Ketiga orang dari divisi yang sama ini sepakat untuk mengganjal perutnya dengan mie gepeng goreng. Setelah menyeberangi perempatan yang tidak jauh dari kantor, mereka lurus dan berhenti di warung makan dengan warna merah mencolok. Terlihat mereka kompak melompati genangan air di sepanjang jalan.

Coba nanya ibunya antri berapa orang.” Ucap dia sambil mencari bangku yang bisa diduduki.

Lagian kita mau duduk dimana, gak ada yang kosong tuh.” Timpal pria kurus dengan baju hitam. Warung ini memang tidak ada cela untuk bertiga. Banyak wajah-wajah anak kampus yang menunggu meja kosong karena pesanannya belum datang.

Tanpa diskusi panjang, mereka beralih ke kedai mie ayam dan bakso yang tadi sudah dilewati. Dia langsung nyosor masuk “Bang, mie ayam bak..,” Belum selesai menyebutkan pesanannya, lelaki bersandal dan agak gondrong memotongnya, “Mie ayamnya habis Mas, tinggal bakso.”

Dia kecewa. Dia harus membatalkan menyeruput kuah mie ayam yang kental dan hangat di saat gerimis yang dingin. “Ya udah deh, yang ada ajalah Bang, bungkus satu.” Dia tidak menatap penjualnya. Dia hanya menengok panci gerobak kedai ini. Kemudian dia sadar dua teman lainnya mampi ke penyetan ayam seberang jalan kedai ini.

Dia sudah terlanjur kesal karena mie ayamnya habis. Temannya sudah keluar dari tenda dengan bungkusan warna putih. Setiap orang membawa satu. Kantong plastiknya lumayan besar dibandingkan yang lain karena kuah dan mienya dipisah.

Siapa ini yang kebagian shift malam?” Pertanyaan sang bos mengagetkan. Dengan sigap diamenjawab “Saya Pak, gimana?” Hanya itu yang keluar dari mulutnya dengan ekspresi terkejut. Perempuan berkerudung yang satu shift dengannya tidak menjawab, dia langsung menyambar komputer. Sementara yang lain memang masuk shift pagi.

Tolong anak lifestyle siapin berita malam ini langsung,” Sang bos memang sudah hafal divisinya. Bungkusan yang dibawanya langsung disisihkan di dekat komputer. Selera makan sudah diserang dengan perintah sang bos.

Bunyi ketukan keyboard terdengar seperti grup perkusi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s