Ada Apa dengan Senyuman

Dia memang jarang tersenyum. Jika harus melakukannya, harus ada penyebab khusus untuk membuat wajahnya tersenyum. Terbayangkan seberapa kaku wajahnya karena jarang tersenyum?

A post shared by Artiyono Sabar (@artiyonosabar) on

Sebenarnya bukan itu. Dia trauma bertemu dengan orang baru. Itulah kenapa dia jarang melakukannya. Selain itu, dia memang mempunyai gen intimidasi. Wajar saja, dia sering dicap orang yang tidak ramah.

Tapi bagaimana saat dia bertemu dengan alam? Entah kenapa dia otomatis selalu tersenyum. Dia tidak bisa menjelaskan semua ini. Sepertinya dia sudah mempunyai hubungan yang klik. Bahkan banyak temannya yang terheran-heran dengan keadaan ini.

Scream your happiness! 👶👶

A post shared by Artiyono Sabar (@artiyonosabar) on

Ketika dia melihat foto liburan ke pantai atau gunung, dia menyadari bahwa mukanya selalu dihiasi senyuman. Senyuman yang selalu sama dari foto satu ke foto lainnya. Bukankah hal ini sebuah keajaiban?

Atau alam memang benar-benar temannya? Tetapi tidak juga. Dia hanya mencoba untuk tidak membuang sampah sembarangan. Itu saja. Dia juga belum pernah menanam pohon. Percayalah!

Atau apa? Mungkin hanya senyuman yang bisa diberikan kepada alam, alam yang begitu agung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s