“English is so annoying”

Saat dia tiba di hostel di daerah Braga, dia disambut dengan banyaknya bule. Memang dia hanya check in saja paginya. Kemudian dia langsung cabut ke Trans Studio Mall. Kira-kira jam satu, dia kembali lagi ke dormitory. Bule-bule tersebut masih dalam kamar. Dia agak kesal dengan suara bule-bule tersebut.

Dia merasa terganggu dengan percakapan mereka karena begitu keras. Padahal dia sedang butuh istirahat setelah rangkaian tes CNN yang melelahkan. Dia tidak mencoba memperingatkannya karena memang konsep penginapannya dormitory.

IMG_6414

Langsung saja di naik ke ranjangnnya, kemudian meyumbal telinganya dengan sepasang earphone. Lumayanlah, playlist dalam smartphonenya bisa memberikan ketengan meski sedikit.

Pengalaman ini menyadarkan dirinya akan Bahasa Inggrisnya sendiri. Memang ketika sudah marah atau kesal, dia sering menggunakan bahasa ini dibandingkan Bahasa Indonesia. Banyak teman atau teman kantornya yang komplain karena tingkah lakunya.

IMG_6398

Dia akhirnya sadar bahwa percakapan bule itu sama saja dengan omongan dirinya ketika sedang kesal. Dalam kata lain, omongannya juga menganggu orang lain. Apalagi memang banyak teman-temannya yang tidak suka dengan Bahasa Inggris.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s