Orbituari untuk Josh

Awalnya dia tidak akrab dengan orang yang satu ini. Ya, kala itu mereka berbeda divisi saat sama-sama menjadi karyawan baru. Bahkan banyak teman kerjanya yang tidak menyangka akhirnya dia dan Josh begitu akrab.

Namanya adalah Joshua. Dialah yang sering menceritakan ganasnya Jakarta. Yang terpenting dia adalah orang yang nyambung jika diajak ngobrol seputar Lantai Delapan dan semua yang berhubungan dengan hal itu.

Selain partner in crime (untuk melawan editor), dia juga partner drama yang tidak ada duanya. Selepas dari semua itu, dia mengejarkan apa itu passion dan juga kerja keras.

It is hard to believe that we should loose the best partner. It is just to soon for us to hear the news. We always remember you, Josh! 😭😭😭😭😭😭

A photo posted by Artiyono Sabar (@artiyonosabar) on Nov 20, 2015 at 12:58am PST

Setelah sempat satu divisi, dia dilempar ke proyek baru. Sedangkan Josh tetap berada dalam divisi yang lama. Sebelum pindah, memang ada konflik antara mereka. Saat itulah mereka merenggang.

Setelah peristiwa rapat sore yang panas (saat konflik terkuat), Josh sering tidak masuk kantor. Bahkan dia juga sering di antar jemput oleh ayahnya. Ternyata memang dia sakit keras.

Pesan yang tidak biasa dia terima pada 20 November 2015. Memang kedengarannya aneh. Dia menceritakan penyakitnya seperti sebuah salam perpisahan. Tetapi dia tidak peka akan hal tersebut.

Orbituari untuk Joshua dari Brilio (Kapan Lagi Network)

Sempat juga dia meminta secara pribadi untuk menjenguknya di rumah sakit. Tetapi dia masih diam saja, karena kabarnya dia masuk ke ruang isolasi.

Akhirnya dia menyempatkan diri untuk menjenguknya. Memang benar, dia benar-benar kritis. Dia bahkan tidak menyangka kondisinya seperti itu, kurus, memakai masker oksigen, dan berbicara saja tersengal-sengal.

Memang dia melihat muka yang tidak biasa saat ada di rumah sakit, aura yang begitu berbeda.

Lebih mengejutkannya lagi, tiba-tiba ada kabar bahwa Josh tidak ada. Tepatnya sehari setelah dia menjenguknya sendiri. Dia seakan tidak percaya dengan semuanya.

Jujur, dia merasa kehilangan. Meski banyak drama dan juga konflik, tetapi kematiannya seperti tiba-tiba. Bahkan, dia juga kalah cepat membaca tanda-tanda itu.

Selamat jalan, Josh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s