The Doors

Museum selalu menjadi pintu andalannya untuk memahami masa lalu. Apalagi sensasinya saat mencium debu bangunan tua dan udara yang begitu lembab. Seolah itu merupakan klu untuk memahami apa yang terjadi di masa lampau. Tapi, terkadang dia terlalu capai untuk membaca setiap pahatan informasi karena kekagumannya dengan koleksi benda atau struktur bangunan kuno dalam museum.

22 Mei yang lalu, dia bersama gengnya mengunjungi Museum Lawang Sewu, Semarang, Jawa Tengah. Ini adalah group trip yang sungguh aneh. Wajarlah, dia baru kenal mereka belum ada dua tahun. Tapi, bagian yang paling asyik dari perjalanan ini adalah saat eksplor foto-foto. Momen ini seakan-akan sebagai obat di balik setiap drama yang bikin perut laper dan mulut tidak mau berhenti ngomong.

Setiap pintu di tempat ini selalu ada daya tariknya. Entah membuka ke masa lalu atau menenggelamkan impiannya soal Eropa. Ya, semua pintu itu selalu membuka otaknya akan Eropa dan tetep bengeknya. Sungguh ironis memang.

5

Aku memang menoleh terus menuju pintu-pintu itu. Sengaja memang. Karena setiap toleh itu selalu ada harapan agar aku bisa memindahkan tubuh ini di bumi Eropa.

Dia sengaja bereksplorasi di setiap sudut Lawang Sewu. Ini hanya sebuah escapism agar dia merasa baik-baik saja dengan bau Eropa yang ada di museum ini. Hanya itu yang bisa dia lakukan.

Bagaimana dengan langkah kakinya? Dia harus bergerak terus untuk menapaki tegel demi tegel. Seperti hanya dia sedang memperjuangkan untuk terbang ke Eropa. Entah tegel itu retak atau mulus. Terkadang juga membuatnya jatuh.

Terkadang dia berhenti sejenak untuk ngobrol bersama teman tripnya. Ya, hawa panas di daerah ini sungguh menyiksanya. Tertawa bareng mereka ternyata mampu melenakan keringat yang mulai mengaliri tubuhnya.

4

Aku juga harus memunculkan senyum terbaik di balik pintu-pintu Belanda itu.

Senyum saja, sampai rasa sakit itu hilang dalam setiap perjuangan.

Setia pintu di Lawang Sewu itu mengajarkan bagaimana dia bisa masuk ke masa lalu untuk belajar dan tetap berjalan untuk masuk ke masa depan. Meski membingungkan, pintu itu selalu memberikan ruang untuk sebuah pemahan baru.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s