Teka-teki Muka & Gesture yang Bikin Ketawa Sekaligus Mikir

Lewat tulisan ini, seolah dia ingin menertawakan dirinya. Bukannya separuh isi kehidupan itu adalah tawa? Mungkin dia akan mengambil sebagian haknya. Lalu, dia mengizinkannya untuk melakukannya. Tentu, sambil berpikir apa yang membuatnya tertawa di balik pengalamannya.

Cerita ini berawal saat dia ‘dilempar’ ke Singapura oleh kantornya untuk urusan pekerjaan. Maklum, perjalanan ini merupakan kali pertama dia ke luar negeri, jadi ada kesan norakknya. Namanya juga naik pesawat ke luar negeri, wajar kan kalau pramugarinya menyapanya menggunakan Bahasa Inggris?

Memang nggak penting sih, apakah dia dilayani menggunakan Bahasa Indonesia atau English. Yang penting kan tetap sesuai SOP, bener nggak?

Tapi ada yang janggal dengan dirinya. Dia hampir selalu dikasih layanan dengan Bahasa Inggris. Sementara penumpang depan atau sebelahnya menggunakan Bahasa Indonesia. Aneh nggak sih? Padahal sama-sama WNI (Warga Negara Indonesia).  

Perbedaan cara melayani ini membuat otaknya penasaran. Bukan merasa kecewa sih, tapi kok hal ini bisa terjadi. Dan kenapa harus dia?

“Pak, mau koran sorenya?”,  tanya pramugari berbaju oranye kepada penumpang sebelahnya. Wanita cantik nan anggun itu kemudian menghampirinya.

“Evening paper, Sir?” lontarnya kepadanya saat pesawat mau take off dari Changi. Nah kan? Tanpa babibu, dia langsung mengambil Kompas dengan senyuman.

Nggak cuma koran doang, perkara makanan dan snack juga sama. Dia ditawari menggunakan English sedangkan penumpang depannya dengan Bahasa Indonesia. Kalau sekali sih dia nggak curiga, tapi dia hampir mengalaminya dari penerbangan bolak-balik Jogja-Changi. Maklum dia menggunakan pesawat yang sama mulai dari berangkat hingga kembali ke rumah.

Kedengarannya memang stupid cerita ini, tapi lama-lama dia terpikir untuk menemukan alasannya.

“Apa  mukaku seperti bule (read: bule Asia non Indonesia),” batinnya.

Hanya itu saja dugaannya mengenai pengalaman yang mungkin bagi sebagian orang lain nggak penting.

“Ya udahlah ya, namanya juga idup,” keluhnya.

Akan tetapi pengalaman ini seakan belum selesai. Setelah dua minggu pulang dari Singapura, dia dan temannya berkunjung ke mal untuk nonton Kakek Tom Hanks dalam film barunya Inferno.

Malnya aneh banget, tenantnya sedikit serta sepi. Foodcourt belum ada, hanya dipenuhi baliho bertulisan ‘coming soon’. Yang lumayan ramai ya cuma bioskopnya di lantai paling atas.

Nggak sabar nonton, dia menuju lift untuk terbang ke lantai tiga dari basement paling bawah. Bodohnya lagi, dia nggak baca warning bahwa lift hanya bisa digunakan untuk dan dari B2, B1, dan LG. Artinya untuk naik lantai 1,2, dan 3 harus menggunakan tangga berjalan.

Menyelinap ke kotak elektronik itu, dia pencet tombol angka ‘3’.

“Kok nggak berubah warnanya,” batinnya. Parahnya lagi temennya udah di pojok dan fokus dengan smartphonenya. Hanya ada empat orang di lift kala itu, dia, temannya, dan pasangan cowok-cewek.

“I can’t, is it error?” keluhnya berkali-kali saat lift mulai bergerak ke atas.

Seperti ada petir yang muncul dari kegelapan. Tiba-tiba cowok stranger itu ngasih penjelasan ke dia.

“It is locked,” tuturnya sambil mengarahkan jarinya ke papan warning yang dia nggak ngeh kalau itu penting.

Belum selesai penjelesannya, pintu lift terbuka dan dia terpaksa keluar. Bahkan dia lupa mengucapkan terima kasih ke cowok tadi.

Dia baru sadar kok tadi mas-masnya pakai Bahasa Inggris menjelaskannya. Nah kan? Ini mirip dengan kejadian di pesawat itu. Dua pengalaman ini bikin bingung sekaligus membuatnya tertawa.

“Apa ada yang salah dengan  mukaku dan gestureku,” katanya dalam hati.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s