The Passengers

Menikmati film besutan Morten Tyldum ini seolah mengingatkan akan bisnis tur luar angkasa yang sering ‘dipromosikan’ oleh media. Saat bumi tidak bisa diharapkan lagi – entah karena rasa frustrasi individu atau kerusakan alam- planet lain adalah harapan yang ditinggikan karena kemajuan teknologi. Akan tetapi sebuah inovasi selalu bersahabat dengan ketidaksempurnaan bukan? Inilah sisi menarik yang ditonjolkan dalam The Passengers.

Konflik berawal saat kapal super canggih, Avalon, berlubang. Kerusakan ini membuat seorang penumpang sekaligus mekanik terbangun. Seharusnya, Jim Preston bangun empat bulan sebelum mendarat di Homestead II dengan waktu tempuh 120 tahun. Karena kerusakan tersebut, dia terbangun 90 tahun lebih awal. Bagaimana dia menjalani kehidupannya seorang diri yang mengharuskan bertahan dalam durasi hampir satu abad?

Picture

‘Membangunkan’ seorang mekanik dalam film ini sepertinya bukan sebuah kebetulan. Seolah-olah, sosok Jim in mewakili sifat kebanyakan manusia tentang bagaimana bosannya menghadapi kehidupan di bumi.“Saya seorang mekanik, kalau ada yang rusak, biasanya diganti dengan mesin baru. Dan itulah mengapa saya tertarik menjadi penumpang dalam petualangan ini – memulai kehidupan yang baru-. Bukan bongkar pasang lagi,” begitulah kira-kira motivasi Jim mau tidur di kapal tersebut dengan tiket diskonan yang berujung petaka bagi dirinya.

Bukankah kebanyakan manusia selalu tertarik dengan slogan ‘hidup yang baru’? Dari awal peradaban manusia, panji ini begitu mujarab untuk menghalau manusia dari kampung halamannya sendiri. Ya, buktinya 5.000 penumpang rela masuk Avalon dan harus tidur 120 tahun.

Seperti pahlawan dalam kisahnya, Jim mencoba mempelajari semua sistem kapal sesuai instingnya sebagai mekanik. Sayangnya, semua awak kapal juga tertidur. Rasa frustrasinya sedikit terobati dengan kehadiran bartender, Arthur, robot Android yang tidak berperasaan.Karena kesendirannya itulah, dia mencoba membangunkan seoang penulis bernama Aurora. Lewat plot ini, sang sutradara mencoba menunjukkan bagaimana manusia tetap butuh orang lain meski teknologi begitu canggih.

Selain itu, alur ini juga menggambarkan manusia memang alergi dengan kebosanan dan kesepian. Dengan segala percobaannya, akhirnya dia berhasil. Hingga akhirnya keduanya menemukan kehidupan baru di perjalanan mereka. Bumbu-bumbu cinta menjadi pemanis sesaaat dalam film ini.

Emosi penonton dibangkitkan lagi dengan ucapan Arthur soal percoabaan Jim membangunkan Aurora. Karena merasa dikhianati oleh Jim –dibangunkan lebih awal-, Aurora marah besar.Kejanggalan di film ini ditandai dengan kemunculan seorang pegawai geladak kapal yang juga terbangun akibat kerusakan kapal. Hal ini juga didukung sistem gravitasi kapal yang sering menghilang, elevator yang rusak dan vending machine makanan yang juga rusak.

Untuk mengakhiri konflik dalam film ini, mereka bertiga disatukan dengan misi untuk memperbaiki kapal agar bisa mengantar ke tempat tujuan. Sayangnya, staf tersebut tidak bisa bertahan. Kemudian, aksi heroik kedua yang tidak terlihat scientific bisa mengatasi segalanya. Meski ada pilihan bisa tidur kembali, Aurora tidak bisa melakukannya karena cintanya kepada Jim. Hingga akhirnya meninggal di Avalon tersebut.

Ada pesan yang begitu satir di akhir film tersebut yang khusus ditujukan kepada orang-orang yang merasa ‘berada di tempat yang salah’ atau ‘sedang berproses migrasi ke tempat impiannya’. Terkadang, menemukan apa yang ada di tempat yang dihadapi sekarang adalah cara terbaik untuk menikmatinya. Tentu saja pesan  ini revelen ketika kerusakan bumi ditemukan dimana-mana.

Ditulis pada 25 Desember 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s