Untuk Asesor Indonesia Mengajar

Ditulis pada 30 Januari 2017
Tulisan ini muncul karena ada pertanyaan yang nendang gendang telinganya saat menjalanasi seleski Direct Assessment Indonesia Mengajar.

“Apa yang sebenarnya kamu cari di Indonesia Mengajar,” tutur asesor berkacamata itu.

Pertanyaan itu begitu mencekik lehernya. Dia menjawab dengan sejujur-jujurnya entah kedengarannya begitu klise. Itulah kata hatinya. Titik.

“Apa yang membuat kamu gagal hingga tiga kali?”

Sedih sebenarnya mendengar ucapan tersebut. Tapi itulah kenyataan yang tidak bisa dihapus lagi.

Dia bertemu dengan asesor berkerudung itu tiga kali. Ya, dia ingat betul bagaimana gayanya yang khas saat mengedipkan matanya sambil membenahi kacamata.

Setidaknya dia ingin berterima kasih dengan asesor yang satu ini. Lewat pertanyaannya, seolah dia selalu ditanya soal perkembangan dirinya.

“Apakah selama ini kamu sering merefleksikan diri?” tanyanya.

Sepertinya sang asesor bisa menebak apa yang menjadi kegundahan dirinya. Memang, untuk berdampingan dengan banyak kegagalan harus banyak refleski.

Dibandingkan dengan dua interview terdahulu, interview sore itu begitu singkat. Mungkin, sudah habis apa yang ingin ditanyakan. Mungkin, memang belum ada perkembangan dari dirinya sendiri.

Terima kasih atas ucapannya “semoga ini yang terakhir kemudian kamu lolos jadi PM”.

Terima kasih Ibu Asesor Berkerudung Pink, semoga bisa duduk bersama dan membincangkan soal self-development.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s