Kado Ulang Tahun Itu Bernama Resign

Baginya, 2017 adalah tahun yang mengejutkan. Ini bukan soal bagaimana membuat keputusan. Melainkan, deretan kenyataan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah dia harus menuliskan surat pengunduran diri dari pekerjaan pertamanya.

Otaknya memang beku. Ditambah lagi hatinya ngilu ketika jemarinya menuliskan surat itu. Bahkan, dia tidak kuat setelah menuliskan dua paragraf di draftnya. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk menghapus seluruh isinya.

Tidak mau membebankan hatinya, dia iseng-iseng untuk mencari di Google. Lumayan kan, tinggal copy-paste. Sayangnya, perasaannya terlalu dominan. Dihapus dan dihapus lagi. Akhirnya dia menyerah dan langsung menutup laptopnya.

Setelah rehat dua hari, dia kembali memulai dari awal. Merencanakan baik-baik apa yang seharusnya disampaikan untuk CEOnya. Butuh sekitar empat jam untuk menyusunnya. Hingga akhirnya dia simpan di folder komputer.

Dia mengakui, menulis surat pengunduran diri ternyata lebih sulit dibandingkan membuat cover letter untuk apply pekerjaan. Apalagi, ini adalah pekerjaan yang memang menjadi keinginannya sejak kecil.

_DSC1074

Resign adalah hadiah Tuhan di bulan kelahirannya (secara de jure bukan de facto). Meski menerima dengan hati tak tentu, rasa syukurnya bisa mengurung keraguannya.

Sejak tanggal itu, dia hanya bisa pasrah dan siap menerima tentang apa-apa yang ada di depan. Jalannya memang berbeda, tapi bukankah rutenya menawarkan keindahan yang luar biasa?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s