Kembali Introvert 

Saat ada perubahan, terkadang dia merasa ada yang salah. Atau setidaknya, ada sesuatu yang harus diperbaiki. Lebih pelik lagi, kini dia di tempat baru dengan misi yang belum pernah dia temui. 
Saat datang di lokasi penugasannya, dia membiarkan saja ‘otak analisisnya’ untuk istirahat. Bahkan saat ada fenomena yang baru dia rasakan pertama kalinya, dia seolah-olah sudah biasa. Tidak perlu lagi dibahas. 

Bukannya tidak ingin memberikan solusi, akan tetapi dia belum menjadi bagian dari komunitasnya. Jangan-jangan yang diusulkan belum tentu mereka butuhkan. Bisa jadi menyalahi values yang ada. 

Lama-lama, proses ‘pembiaran’ ini bikin tidak nyaman. Terlebih lagi saat kedua telinganya sering panas. Meski indra ini peka, instingnya yang dulu kuat seakan pudar di medan yang baru ini. 

Balik seperti kebiasaan lamanya, dia akhirnya memetakan apa yang harus dilakukan. Langsung saja dia uji cobakan. Akan tetapi dia langsung kembali ke proses awal karena kondisi sample yang ditemui. 

Apakah harus kembali introvert? Setelah nyaman menjadi seorang ekstrovert? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s