Mandi Di Sungai

Udara masih dingin. Listrik sudah padam. Sunyi kembali mengaliri suasana hatinya. Tetapi aliran sungai berwarna cokelat mengusik keberaniannya. 
“Yakin mau mandi di sini?” hatinya bergumam. 

Saat dia mau menjawab, seorang anak tiba-tiba muncul di belakangnya. 

“Ini mandinya bagaimana?” Sontak tanyanya. 

“Ke tengah Pak Guru, masuk saja,” balas bocah kurus itu. 

Dia masih ragu karena arusnya yang terlihat deras. 

Setelah menjerumuskan kakinya ke dasar sungai yang berlumpur, akhirnya ritual mandi dimulai. 

Bukan masalah dinginnya air, melainkan aliran sungainya. Terlebih lagi, ini adalah pengalaman mandi pertama kali di sungai. 

Mau tak mau dia harus beradaptasi dengan kamar mandi buatan itu. Mencucipun harus di tempat yang sama. 

Di tengah-tengah kondisi ini, entah mengapa dia merasa bangga dengan dirinya. “Ya, akhirnya bisa mandi di sungai!” 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s