Perjalanan Ke Tanah Anoa

Takdir Tuhan memang susah untuk diterka. Setelah gagal berpuasa di Hungaria, kini dia diterbangkan ke Konawe, Sulawesi Tenggara. Tempat inilah yang akan menjadi ‘ruang kelas’ selama satu tahun sebagai Pengajar Muda.
Untuk menuju Unaaha, ibukota kabupaten Konawe, jalur darat harus ditempuh kurang lebih dua jam dari Kendari. Suasana jalan begitu sepi meski menjelang buka puasa. Suara genangan air yang dipecah roda mobil menjadi lebih menderu. Padahal mobil sudah dibungkam dengan playlist lagu dengan beat tinggi.

IMG_0736.JPG
Selama perjalanan, dia hanya menikmati langit yang mendung serta rintik hujan. Rupanya hujan sedang jatuh cinta dengan Tanah Anoa ini. Akan tetapi, Tuhan mempercantik pemandangan ini dengan pegunungan yang dibalut dengan kabut.

Di balik rintik hujan, dia berharap ada gerombolan Anoa yang menyapa di tengah jalan raya. Nyatanya tidak ada seekorpun. Bahkan setelah dia beberapa kali tertidur di mobil.
Sepi adalah satu kata yang pas untuk menggambarkan Unaaha. Dia menyimpulkannya setelah membedakan aktivitas siang dan malam hari. Akan tetapi, tempat nongkrong bernuansa modern bisa dengan mudah ditemui. Bahkan sudah ada barbershop dengan konsep kece ala-ala anak kekinian. Hanya saja, tidak banyak orang berlalu lalang.

Perjalanan berganti dengan tema off road saat menuju Routa, kecamatan paling terjauh dari Unaaha serta lokasi penugasannya. Setelah menyisiri jalan tengah hutan dengan medan yang berlumpur, akhirnya bertemu dengan jalan mulus nan sepi. Ngebut adalah hal biasa saat melintasi Jalan Poros Sulawesi ini. Mobil sempat berhenti sekitar 30 menit karena terlalu panas.

Sayangnya, perjalanan harus ditengahi dengan menginap di salah satu warga Wiwirano, Konawe Utara karena jembatan terkena longsor. Tidak bisa diprediksi kapan jembatan selesai ‘dievakuasi’. Yang bisa dilakukan hanya menunggu dan menunggu (sambil tidur tentunya).
Saat warga lokal bercerita, Routa sebenarnya lebih dekat dengan Konawe Utara. Hal ini dibuktikan dengan jalur jalannya yang harus melewati Konawe Utara sebelum ke Routa. Akan tetapi, karena alasan suatu hal, Routa tetap berada di bawah Konawe (induk pemekaran). Isunya, Routa bisa bergabung ke Konawe Utara jika warganya bersatu dan mengajukan ke pemerintah Kendari.

Setelah proses menunggu, akhirnya butuh dua jam untuk tiba di lokasi penempatannya, Lalomerui, Routa. Hujan masih setia menyambutnya. Semangkuk sup ikan sudah siap menghangatkan tubuhnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s