Category: BOOKS

Jurnalisme Investigasi

Bagi dia yang amatir di bidang jurnalistik, buku ini sangat membantu. Apalagi, dia jarang sekali membaca buku yang temanya senada. Setidaknya, karya Dhandy ini memberikan gambaran bagimana sebuah teori dipraktikkan di lapangan.
Di bagian awal, sang penulis menyingung secara sederhana apa sebenarnya jurnalisme investigasi itu sendiri. Tidak berbelit-belit, Dhandy juga menyebutkan elemen apa saja  yang  membedakan jurnalisme investigasi dibandingakn reportasi lain baik dalam proses maupun output. Inilah yang membuat buku ini semakin menarik dibaca.

Picture

Secara umum, penulis juga mengulas bagaimana teknik ini dilakukan untuk berbagai media mulai dari cetak, radio, televisi hingga internet. Dia juga menjelaskan bahwa setiap media memerlukan proses yang berbeda baik dalam olah data hingga output liputan dalam jurnalisme investigasi.

Yang spesial dari buku ini adalah penulis menyertakan studi kasus yang sudah pernah dilakukan. Pembaca akan melihat bagaimana etika jurnalisme dijalankan saat di lapangan. Selain itu, beberapa trik khusus dalam penyamaran untuk keperluan investigasi juga dijelaskan secara gamplang. Bagi jurnalis muda buku ini sangat membantu bagaimana bernegosiasi dengan narasumber atau proses pemerolehan data.

Di sisi lain, buku ini juga menunjukkan bagaimana attitude wartawan bermain sangat penting ketika seseorang mulai melakukan proses jurnalisme investigasi. Soal keuletan, kerja sama tim, management risiko, dan hal non-teknis banyak dideskripsikan dalam buku ini. Tentu saja ini memberikan image yang berbeda tentang peliputan invesigasi yang selama ini berkembang di Indonesia.

Ditulis pada 27 Desember 2016

The Elements of Journalis

Sangat terlambat memang untuk membaca buku ini di 2016 (edisi revisi sudah terbit pada 2014). Akan tetapi, menemukan tulisan Bill Kovach merupakan sebuah pencerahan ketika melihat dunia jurnalisme sekarang ini. Apalagi reporter adalah profesi yang masih dia sandang.

Dari bab satu, sang penulis sudah menampar eksistensi media dan jurnalis. Hal inilah yang membuatnya menunda untuk menyelesaikannya. Apa yang dipaparkan oleh Kovach sebenarnya merupakan kegelisahan yang dialaminya. Menyesal mengapa baru menemukannya buku ini setelah masuk dunia media.
Picture
Tidak perlu diperjelas apa yang terjadi di dunia media sekarang ini. Pada dasarnya, kasusnya masih sama. Apalagi dengan munculnya internet, sepertinya prediksi dalam buku tersebut ada benarnya.

Dari awal, jurnalisme dalam buku ini memang dipaparkan sebagaimana idealnya. Seakan-akan, isinya adalah sebuah peringatan bagi awak media (pengalaman pribadi bukan generalisasi).  Meski dibahas secara idealis, sang penulis juga mencoba memberikan tawaran dengan menunjukkan study case ketika media sudah masuk sebagai industri.

Hal yang dia lihat dalam buku ini adalah jurnalisme sebuah kecatatan yang dibutuhkan oleh masyarakat sendiri. Apalagi saat Kovach menjelaskan soal objektivitas dalam sebuah media. Seakan-akan, jurnalisme buntu dala prinsip dasarnya.

Pesan yang lebih penting dalam buku ini adalah bagaiman peran media juga engage dengan masyarakat. Memang public journalism menjadi fokus dari buku ini. Terkadang banyak media yang lupa dengan sebenarnya yang membutuhkan laporannya.

Di balik semua itu, pesan yang perlu diingat adalah soal disiplin verfikasi dan insting research dari jurnalis. Memang semuanya bisa disearching di internet, akan tetapi investigasi harus menjadi senjata yan terus diasah.

Ditulis pada 1 Januari 2017